nah sekarang gua mau share tentang
Symlink (
Symbolic Link).
mungkin sebagian dari kalian udah ada yang tau, tapi ini gua share buat yang belum tau aja..
jadi yang udah tau minggir dulu gih sana... hihihi
Tautan simbolis (bahasa Inggris:
Symbolic link, sering disingkat menjadi
Symlink atau sering juga dikenal sebagai
soft link), dalam
ilmu komputer merujuk kepada sebuah jenis
berkas yang bertindak sebagai referensi ke berkas lainnya atau
direktori. Beberapa
sistem operasi yang menyerupai sistem operasi UNIX sering memiliki fitur tautan simbolis.
Tidak seperti tautan keras (
hard link), symbolic link tidak secara langsung menunjuk kepada
data,
tetapi hanya mengandung path simbolis yang digunakan oleh sistem
operasi untuk mengenali sebuah tautan keras atau tautan simbolis
lainnya. Sehingga ketika seorang pengguna membuat sebuah tautan
simbolis, berkas yang dirujuknya tetap tidak terpengaruh oleh apa yang
dilakukan pengguna. Bandingkan dengan tautan keras, jika memang pengguna
membuangnya, maka hal tersebut dapat berakibat pada penghapusan berkas
tersebut jika memang berkas tersebut tidak memiliki tautan keras lagi.
Beberapa sistem dapat menggunakan tautan simbolis untuk merujuk kepada berkas-berkas meskipun berada di dalam
sistem berkas yang dikaitkan ke lokasi yang berbeda dengan sistem berkas yang sekarang digunakan (contoh
/dev/hda1 merujuk ke
/dev/hda2).
Bandingkan dengan tautan keras, yang hanya dapat digunakan dalam
cakupan sistem berkas fisik yang sama (contoh tautan keras pada
/dev/hda1 harus terdapat pada
/dev/hda1 juga).
Dalam konsep tautan simbolis, istilah "orphan link" atau "yatim" digunakan untuk merujuk kepada tautan simbolis yang tidak memiliki target.
Tautan simbolis juga beroperasi secara transparan, sehingga
implementasinya tidak terlihat oleh aplikasi atau pengguna. Ketika
sebuah program membuka, membaca, atau menulisi sebuah tautan simbolis,
sistem operasi akan mengalihkan apa yang dilakukan oleh pengguna kepada
target tautan simbolis tersebut secara otomatis. Akan tetapi, memang
terdapat beberapa fungsi yang mampu mendeteksi keberadaan tautan
simbolis, sehingga aplikasi dapat menemukannya dan memanipulasinya.
Pengguna harus sangat berhati-hati dalam merawat tautan simbolis. Tidak
seperti tautan keras, jika target tautan simbolik terhapus, maka data
akan hilang dan semua pranala ke berkas atau direktori tersebut menjadi
orphan link. Akan tetapi, menghapus sebuah symbolic link tidak memiliki pengaruh terhadap target.
Contoh :
Untuk membuat sebuah tautan simbolis dalam sistem operasi UNIX, gunakan perintah di bawah ini dari command-line UNIX:
ln -s Sumber_berkas Berkas_baru
Ganti Sumber_berkas dengan
nama berkas atau direktori yang telah ada yang hendak kita buat tautan
simbolis terhadapnya (berkas ini dapat berada di mana saja, melewati
batas sistem berkas fisik). Ganti Berkas_baru dengan nama tautan simbolis yang hendak dibuat. Perintah ln akan
membuatkan tautan simbolis. Setelah kita membuat tautan simbolis dengan
perintah di atas, kita dapat melakukan beberapa operasi seperti
membaca, menulisi, atau mengeksekusi Berkas_baru, seolah-olah kita sedang bekerja denganSumber_berkas. Kita juga dapat menggunakan perintah-perintah manajemen berkas (seperti cp, rm atau perintah lainnya) terhadap tautan simbolis.
Tempat untuk menyimpan Symlink.
Implementasi awal dari tautan simbolis cenderung menyimpan informasi
tautan simbolis di dalam blok disk standar, seperti halnya berkas biasa.
Berkas tersebut mengandung referensi tekstual kepada target yang dituju
oleh pranala tersebut, dan sebuah indikator bahwa ia adalah tautan
simbolis.

Penggunaan
cara seperti ini ternyata tidak cukup bagus dan memiliki kinerja yang
lambat, dan juga terjadi banyak ruangan disk yang terbuang percuma dalam
sistem-sistem yang kecil. Akhirnya sebuah inovasi yang dikenal sebagai
fast symlink mengizinkan
penyimpanan teks pranala di dalam struktur data standar yang juga
digunakan untuk menyimpan informasi berkas di dalam disk (
index node atau
inode).
Ruangan ini pada umumnya bertindak sebagai tempat penyimpanan rantai
blok-blok disk yang membentuk sebuah berkas (berukuran 60 bita di
dalam Unix File System). Dengan begitu, pengguna pun dapat merujuk
kepada tautan simbolis secara lebih cepat. Sistem-sistem dengan
fast symlink akan
menggunakan metode yang lama jika nama path dan nama berkas yang
disimpan di dalam symlink melebihi ruangan yang tersedia di dalam inode,
atau untuk kompatibilitas ke belakang dengan sistem operasi versi lama
atau sistem operasi lainnya. Penggunaan cara pertama yang disebutkan di
atas telah dikenal menjadi istilah
Slow Symlink.
Meskipun menyimpan nilai pranala di dalam inode menghemat blok disk dan
mengurangi pembacaan hard disk, sistem operasi masih harus menerjemahkan
informasi nama path yang terkandung di dalam link, yang selalu
membutuhkan pembacaan inode tambahan dan umumnya membutuhkan pembacaan
terhadap banyak direktori, yang kemudian memproses daftar berkas dan
inode setiap berkas hingga sistem operasi menemukan kecocokan dengan
nama path yang dirujuk. Fast symlink akan menunjukkan peningkatan
performa yang signifikan hanya ketika sebuah pranala menunjuk ke sebuah
berkas di dalam direktori yang sama.
selamat belajar buat yang belum tau
karena saya juga belum seberapa tau jadi kita sama-sama belajar ^_^